28 October 2006

Soleil does pours all over me

The title of this web log is let soleil pours over you, which means I expect the sun will shine over you in a cold, windy day. That was then when I was shivering in the cold Melbourne. I don't expect as much soleil anymore though, due to the obvious heat in this here land. But it's getting ridiculously too much sun for the past weeks.

It has been like a month* since the last rain drops touch the earth here resulting in ridiculously hot days which is too much to bear for me. Not to mention the smoggy air of Jakarta which refused to clear up even though there are not as much cars as before the long Eid holiday.

The rainy season is supposed to be here already, yet not even a drop of rain fall. I don't know if this is the result of the green house effect that people talk about so much.

* I heard in the Southern Jakarta some rains has already developed. I wonder when they will reach West Jakarta?

20 September 2006

Lazy bastard

Globalization faces challenges today on how to lift productive capacities in a sustainable way for the poorest country. Increased FDI, ODA and Remittances, and higher commodity prices seems did not benefit some of the poorest countries. These countries remains marginalized due to some inherent constraints that prevent them to take advantage of globalization... nyah nyah nyah..

Duh, it's Wednesday already and I have to finish this kind of work by the end of the week. Time flies so fast if you don't use it effectively.

My lazy bones, spare me till they finish, OK?

09 September 2006

Back to basic

It has been three months since I leave Melbourne. Beautiful city with a lot of great memories, I really hope that I would be back there someday.

Now I am back to my beloved smoggy crowded city of Jakarta. Well kinda have culture shock when I was first step in Jakarta after spent two and a half years in Melbourne. Living there was like a dream. And now back to my reality.

Not much change in Jakarta since two and a half years ago... well except for the new Transjakarta bus lane and a new toll road from Jakarta to Bandung that cut the travel time by almost half.

It's great to be back..

02 July 2006

Setelah Mami Pulang

Minggu kemarin mama dateng ke Melbourne. Selama seminggu ini saya ngajak mama jalan2 keliling Melbourne dan Victoria.. the usual places. Kasihan mama kedinginan disini, maklum beliau belum pernah ke negara yang ada winternya.

Hari ini beliau sudah kembali ke Jakarta. sedangkan diriku? Kembali lagi ke 'good old' Indomie goreng...

15 June 2006

Sirik tanda tak mampu

Everybody is always better than me, I can't do it like everybody else...

This kind of thinking can make you degrade yourself into a sorrowful, self-pity slave that leads to a belief that it is true, and then you can forget about moving forward, and stay in mud you’ve created perpetually.

Or on the positive side it can bring humility and protect you to become a bigheaded self-appreciating bastard, ready to abuse other people.

It depends on how you see the situation.

One of my opinions in life is, try think positive for every situation, no matter how deppressing it is. It can make life happier, not only for your self but also others, I believe.

Salute

10 June 2006

The reason of why I am being so frustated lately


Dang! so many to read, so little time!

14 May 2006

Rekap jalan-jalan

Hii.. rasanya udah lama banget gak di update ini log. Sampe kudu dimarahin dulu sama Mb Ellen baru inget kalo saya punya yang tempat cerita.

Berhubung sekarang lagi musim assignment (duh.. masih limabelasribu kata lagi belom kelar!) agak merasa bersalah juga kalau net-timenya malah di abisin buat bikin cerita di sini. Berhubung tema besar dari blog ini adalah jalan-jalan (bukan soal studi.. itu mah ga usah di omongin dah), jadi pengen sekedar cerita dikit mengenai soal ini.

Sudah dua tahun saya disini. Sebentar lagi bulan Juli, saya Insya Allah akan menyelesaikan studi dan kembali ke negeri tercinta dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Banyak sekali kesan dan pengalaman yang saya dapatkan disini.

Trus soal jalan-jalan tadi, selama dua tahun ini rasanya sudah hampir sebagian besar tempat wisata di benua terkecil di dunia ini sudah saya kunjungi, paling tidak sebagian besar daerah selatan, timur dan tengah negara ini. Berikut tempat-tempat yang pernah saya kunjungi selama saya disini dengan sedikit kesan-kesannya:

Victoria:

Melbourne tentunya, tempat saya menimba ilmu dan cita, kota yang indah, hijau dan menurut orang-orang paling bernuansa Inggris dan Eropa di banding kota-kota lain di benua ini. Saya belum pernah ke Inggris ataupun Eropa, jadi iya sajalah. Kesan saya? Kota ini sangat bernuansa klasik, rapi dan terorganisir (kecuali saat Commonwealth Game bulan lalu, hiiy, tiba2 ini kota jadi sumpek banget karena terlalu banyak orang datang). Saking terorganisirnya terkadang saya pikir jadi sangat monoton, kurang unsur surprisenya. Sepertinya semua bisa di prediksi disini, kecuali cuacanya tentu saja (damn four seasons in one day!).

Mornington Peninsula, dengan perkebunan, tanah pertanian, pantai-pantai dan pemandangan gunung dan laut yang bagus banget. Nggak terlalu jauh dari Melbourne so lumayan aksesibel.

Belarine Peninsula, tempatnya Geelong, kota kedua terbesar di Victoria (tapi dengan populasi yang sangat jomplang, 3,5 jt di Melbourne dibanding 250rb di Geelong). Dua jam nyetir dari Melbourne dengan pemandangan lumayan meski nggak sebagus Mornington. Disana kita bisa touring ke kota-kota bersejarah dan benteng bersejarah Queenscliff, yang meriamnya cuma pernah di tembakkan sekali, dan mengenai benteng Sorrento di seberangnya. Geelong sendiri merupakan kota yang sangat menarik, terkenal dengan water front-nya yang dihiasi oleh puluhan patung-patung bollards yang menggambarkan sejarah Australia dan Geelong khususnya. Tahukah anda? Kelinci yang sekarang menjadi hama di Australia pertama kali masuk dari Geelong, berasal dari 10 ekor yang dibawa dari Eropa oleh untuk dijadikan obyek untuk olahraga berburu pembesar Inggris jaman dulu.

Wilson Promontory: Back to nature is adalah tema utama dari taman nasional ini. Sekitar tiga jam dari Melbourne dengan mobil. Tempat ini menawarkan semua pemandangan, mulai dari pantai, pulau, gunung dan sungai. Titik paling selatan dari benua Aust

Phillip Island, pulau dekat Melbourne dengan banyak pemandangan alam yang bagus. Yang menjadi atraksi utama Phillip Island adalah Pinguin Parade, melihat pinguin fairy, jenis pinguin terkecil di dunia yang cuma ada di Australia, pulang ke sarangnya setiap matahari terbenam. Phillip Island merupakan tempat dengan konsentrasi pinguin fairy terbesar di Australia.

Great Ocean Road, jalan raya sepanjang 200-an kilometer menyusuri pantai selatan victoria. Jalan raya berliku-liku dengan pemandangan alam yang sangat bagus. Di tengah perjalanan kita bisa mampir di Twelve Apostles, sekumpulan karang raksasa yang fantastis di pantai bertebing curam dekat kota Port Campbell. Salah satu pemandangan yang tidak boleh di lewatkan bila anda berkesempatan ke Melbourne.

Ballarat, kota ke tiga terbesar di Victoria yang pernah menjadi kota tambang emas terbesar di Australia. Disini kita bisa mengunjungi Sovereign Hill, sebuah kota wisata yang dibuat seperti kota Ballarat jaman dulu, lengkap dengan penduduknya yang berpakaian ala Australia abad 19 dan replika tambang emasnya. Menurut sejarah, emas-emas dari Ballarat inilah yang membangun kota Melbourne sampai menjadi kota kedua terbesar di Australia.

Grampians, taman nasional pegunungan dan rainforest. Space to think, kalau menurut iklannya.

Bendigo, kota dengan bangunan-bangunan yang klasik dan indah, salah satu kota yang dibangun pada saat emas masih jadi komoditi utama di Victoria. Disini pula bisa kita temukan Myer Department Store yang pertama di Australia. Myer saat ini adalah Department Store terbesar dan paling eksklusif di Australia.

Echuca, sebuah kota di pinggir sungai Murray, perbatasan Victoria dan New South Wales dahulu merupakan pelabuhan sungai terbesar di Australia tempat berlabuhnya kapal-kapal uap paddlesteamer yang menghubungkan kota-kota di pedalaman Australia. Saat ini kapal-kapal paddlesteamer tersebut untuk wisata menyusuri sungai Murray.


New South Wales:

Sydney, kota kosmopolitan terbesar di Australia. Banyak orang bilang belum ke Australia kalau belum ke Sydney. Saya bilang, oke deeh :). Kota ini bernuansa layaknya sebuah kota besar kosmopolitan dengan orang-orang yang ramai dan sibuk lalu lalang. Pusat kotanya sendiri seperti layaknya kota-kota besar yang ramai dan menurut saya rada crowded (mengingatkan akan Jakarta). Tapi bila kita ke daerah harbour atau teluknya, kita akan di suguhi pemandangan yang fantastis. Laut yang indah dengan latar belakang gedung-gedung kota Sydney yang megah. Oh ya, dan tentu saja Sydney Opera House.

New Castle, Kota terbesar kedua di NSW. Kota pelabuhan di muara sungai yang dahulu maju sebagai produsen batubara terbesar di Australia ini saat ini baru bangkit kembali setelah sempat lesu karena produksi batu bara yang semakin menurun. Pemandangan alam New Castle yang indah sangat menjanjikan untuk menjadi salah satu tempat tujuan wisata utama di Australia, di tambah lagi dengan ombak pantainya yang cocok untuk tempat surfing.

Blue Mountains, taman nasional di pegunungan tidak jauh dari Sydney. Disitu kita bisa melihat the Three Sisters, tiga buah batu cadas raksasa yang menjadi aikon taman nasional ini.


Berhubung sudah malam, nanti saja saya teruskan lagi...

05 January 2006

Nyanyi-nyanyi agamawi

Hari ini saya dan temen-temen berkumpul untuk latihan Nasyid Idul Adha. Ancur-ancuran semuanya. Alhamdulillah setelah 12 kali latihan dan 2 orang korban (dipecat karena suaranya terlalu 'indah' untuk sementara makhluk) nyanyian kita udah mulai berbentuk.. abstrak he he he.
Hope everything will be ok during Idul Adha, and nobody will have cold feet in the stage.